Rabu, 27 April 2011

TUGAS 8: ORGANISASI MATRIK MANAJEMEN


ORGANISASI MATRIK
Organisasi merupakan salahsatu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di perusahaan yang bersangkutan. Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada struktur organisasi yang dianut. Salahsatu dari struktur organisasi tersebut adalah organisasi matrik.
Organisasi matrik disebut juga organisasi manajemen proyek yaitu organisasi dimana penggunaan struktur.organisasi dimana para spesialis yang mempunyai keterampilan masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan. Organisasi matrik digunakan berdasrkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bagian penelitan dan pengembangan.
Struktur organisasi matrik menyangkut pembentukan tim-tim, spesialis untuk mencapai tujuan khusus. Manajer proyek mempunyai wewenang lini memimpin para anggota tim selama jangka waktu proyek, jika telah selesai maka tim dibubarkan dan masing-masing anggota kembali ke departemennya masing-masing sampai adanya proyek baru dimana mereka ditarik kembali untuk bekerja sama.
Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda dimana wewenang horizontal diterima manajer proyek sedangkan wewenang fungsionalnya yaitu sesuai dengan keahliannya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai, karena memang terlihat dalam struktur formalnya. Akibatnta anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang, yang berarti dalam melaksanakan kegiatannya para anggota harus melaporkannya kepada dua atasan. Untuk mengatasi masalah yang timbul, biasanya manajer proyek diberi jaminan untuk melaksanakan wewenangnya dalam memberikan perintah dimana manajer proyek tersebut akan langsung melapor pada manajer puncak. Organisasi matrik juga mempunyai kebaikan dan keburukan antara lain:
Kebaikan:
- Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah utama
- Memaksimalkan efisiensi penggunaan manajer fungsional
- Mengembangkan keterampilan dan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi
- Melibatkan motivasi dan menantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan yang akhirnya membebaskan manajemen puncak ntuk perencanaan
- Menstimulasi kerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan dengan orientasi proyek
Keburukan:
- Beberapa masalah dapat muncul karena melanggar prinsip kesatuan perintah
- Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan timnya
- Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer bagian lain
- Adanya pertanggungjawaban ganda dan kebijaksanaan yang kontradiktif
- Memerlukan koordinasi vertikal dan horizontal
- Memerlukan lebih banyak keterampilan antar pribadi
- Menimbulkan resiko timbulnya perasaan anarki
- Sangat mahal untuk diimplementasikan
- Mendorong pertentangan kekuasaan dan lebh mengarah perdebatan daripada kegiatan

Departementalisasi Organisasi Matrix / Matriks
Bentut organisasi matriks marupakan gabungan dari departementalisasi menurut fungsional dan departementalisasi menurut proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda. Proyek biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap.

Organisasi Matriks & Struktur pada PT. Graha Buana Cikarang Jakarta


Struktur organisasi matrik

Organisasi matriks biasanya diciptakan berdasarkan kebaikan-kebaikan organisasi fungsional dan organisasi proyek. Para ahli/staf dihimpun berdasarkan funginya untuk mengerjakan proyek tertentu. Dalam hal ini dibentuk bagian manajemen proyek secara tersendiri.

Struktur Organisasi Fungsional
 Preident Direktur atau direktur utama, membawahi:§
• Direktur Pemasaran
 PengelolaØ
• Direktur Produksi
• Direktur Personalia
• Direktur Pembelanjaan
• Direktur Umum
Struktur organisasi fungsional terdiri dari bagian pemasaran, bagian produksi, bagian personalia, bagian pembelanjaan dan bagian umum. Pada Struktur organisasi fungsional apabila ada seseorang yang diserahi tugas untuk mengelola suatu proyek biasanya orang tersebut sudah terlanjur setia pada bagian mana dahulu dia bekerja. Oleh karena itu seyogyanya offing tersebut tidak memanfaatkan menarik orang-orang dari bagiannya dahulu, tetapi sebaiknya juga menarik orang-orang pada bagian lain yang mampu sehingga pengalaman dan pengetahuan dapat dinikmati bersama.

Struktur Organisasi Proyek

 Manajer Bagian§
• Manajer Proyek A
 Personalia ProduksiØ
 Personalia PembelanjaanØ
 Personalia AdministrasiØ
 DstØ
• Manajer Proyek B
• Manajer Proyek C
• Dst

Pada hakikatnya Struktur organisasi Proyek bermula dari organisasi fungsional.Pengelola proyek dari suatu bagian meminta agar orang-orang fungsional yang bekerja pada proyek benar-benar pindah untuk bekerja sepenuhnya dibawah kekuasaannya. Semakin banyak proyek maka semakin banyak pula duplikasi fungsi. Selain itu para karyawan akan ragu dimana ia akan ditempatkan bila pelaksanaan proyek sudah selesai. Sebaliknya manajer bagian akan khawatir bila personil-personilnya ditarik ke proyek. Pemanfaatan personil-personil yang fungsional akan menjadi tidak efisien dan efektif. Oleh Karena itu diciptakan apa yang disebut Struktur Organisasi Matriks.


Struktur Organisasi Matriks
 Preident Direktur atau direktur utama, membawahi:§
• Direktur Manajemen Proyek
 Manajer Proyek A, Bertanggung jawab memperinci paket pekerjaan sesuai dengan hsil kerja, jadwal waktu dan anggaran.Ø
 Manajer Proyek B, Bertanggung jawab memperinci paket pekerjaan sesuai dengan hsil kerja, jadwal waktu dan anggaran.Ø
• Direktur Penelitian dan pengembangan, Bertanggung jawab terhadap alokasi kerja dan caranya.
• Direktur Produksi, Bertanggung jawab terhadap alokasi kerja dan caranya.
• Direktur Pemasaran
• Dst

Masing-masing bagian secara struktual tidak boleh memilik proyek. Walaupun demikian berbagai proyek masih dapat dilakukan oleh perusahaan akan tetapi masih berada dalam pengawasan manajemen proyek. Kesulitannya disini ialah bahwa organisasi matrik biasanya hanya dapat dilakukan oleh Perusahaan besar dan bila sistemnya tak lancer dapat menimbulkan pertentangan dan kesenjangan antara bagian fungsional dan bagian manajemen proyek.

DAFTAR PUSTAKA

kminoz.wordpress.com ›
coretanannisa.blogspot.com/.../
Sumber : Makalah Muhhamad Aswin, Universitas Sumatra Utara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar